PENTINGKAH MUTU DI PERGURUAN TINGGI?

Oleh: Muhammad Arsyad

Membaca judul di atas mungkin tidak akan banyak muncul perdebatan di antara kita. Kebanyakan dari kita akan sepakat bahwa segala sesuatu yang kita hasilkan dan kita miliki harus selalu bermutu. Jadi kebanyakan dari kita akan menjawab bahwa mutu di perguruan tinggi penting untuk selalu diperhatikan. Tapi muncul pertanyaan selanjutnya, apakah kita telah berusaha selalu menjaga mutu tersebut?

Mutu adalah kesesuaian kondisi suatu barang/jasa yang dihasilkan dengan maksud atau tujuan barang/jasa tersebut dihasilkan. Dalam sistem organisasi Brisceoe et al. (2005) mengemukakan bahwa mutu merupakan kesesuaian dengan apa yang diisyaratkan dengan efektivitas dari seluruh komponen dalam organisasi. Adapun Escanciano et al. (2001) berpendapat bahwa Total Quality Management (TQM/Manajemen Mutu) merupakan sistem terstruktur dengan serangkaian alat, teknik, dan  filosofi yang didesain untuk menciptakan budaya perusahaan yang memiliki fokus terhadap konsumen, melibatkan partisipasi aktif  para pekerja, dan perbaikan kualitas yang bersinambungan yang menunjang tercapainya kepuasan konsumen  secara total dan terus-menerus.

Jika kita memakai istilah mutu dari Briscoe, maka terlihat bahwa setiap tindakan dan kegiatan yang kita lakukan dalam organisasi perguruan tinggi haruslah sesuai dengan syarat-syarat kaidah efektivitas dalam organisasi tersebut. Tidak cukup hanya sampai di situ, selain kaidah dan syarat terkait efektivitas, kita juga harus melihat uraian mutu manajemen dari Escanciano. Tidak salah rasanya jika kita mengibaratkan perguruan tinggi ini sebagai sebuah perusahaan, dimana setiap perusahaan pasti menghasilkan barang atau jasa. Demikian pula perguruan tinggi yang selalu berusaha menghasil jasa di bidang pendidikan dan menghasilkan lulusan yang kompetensinya sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan. Untuk menghasilkan layanan jasa di bidang pendidikan dan lulusan dengan kompetensi yang bermutu maka seharusnya kita menyimak pengertian Manajemen mutn yang diuraikan oleh Escanciano.

Menurut escanciano harus ada sistem terstruktur dengan serangkaian alat, teknik, dan filosofi dengan melibatkan aktif para pekerja dan perbaikan kualitas secara terus-menerus. Maka jika kita analogikan dengan apa yang ada di perguruan tinggi, yang pertama harus ada adalah sistem penjaminan mutu itu sendiri. Kemudian alat dapat kita analogikan sebagai segala fasilitas (sarana dan prasarana) yang dapat menunjang mutu itu sendiri. Kemudian teknik dapat kita analogikan sebagai cara, strategi, dan kebijakan pimpinan PT terkait pelaksanaan peningkatan mutu. Adapun filosofi dapat kita artikan bagaimana mutu itu terus menerus dijadikan nilai dan diinternalisasi dalam diri kita masing-masing dan selalu kita berpikir bahwa apa yang kita lakukan haruslah melihat standar mutu yang ada. Bagian yang sangat penting dari uraian Escanciano adalah keterlibatan aktif para pekerja. Bagian ini sangat penting karena jika dosen dan tenaga kependidikan tidak terlibat aktif dalam menjaga dan meningkatkan mutu di pendidikan tinggi maka semua sistem mutu yang telah di bangun akan menjadi sia-sia. Karena sistem mutu yang disusun diharapkan dapat menjadi panduan mutu dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahsaiswa (civitas akademika).

Sudah seyogyanya kita membiasakan mengedepankan mutu dalam setiap kegiatan kita di perguruan tinggi. Hal ini juga sudah sangat jelas berupa amanah undang-undang yang tertuang pada pasal 6 Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Pada pasal 6 tersebut di antaranya tertulis Pendidikan tinggi diselenggarakan dengan prinsip pemberdayaan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan Pendidikan Tinggi. Kemudian Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan sudah memfasilitasi agar setiap kegiatan Tri dharma Perguruan Tinggi harus sesuai standar mutu yang telah ditetapkan dengan menerbitkan Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Berdasarkan uraian tersebut penulis berkesimpulan bahwa mutu pendidikan tinggi tersebut sangatlah penting. Selain untuk pelayanan terhadap pengguna, mutu juga merupakan amanat dari Undang-undang. Setiap dari kita yang merupakan unsur civitas akademika perguruan tinggi sudah selayaknya berpartisipasi bersama-sama dalam mengendalikan dan meningkatkan mutu di perguruan tinggi agar layanan pendidikan dan lulusan yang dihasilkan memiliki mutu yang sesuai dengan apa yang diharpakan. Mari kita mulai bersama-sama membangun sistem mutu ini dengan melaksanakan setiap kegiatan kita sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan.

Referensi:

Briscoe, J. A., Fawcett, S. E., & Todd, R. H. (2005) . The Impleentation and Impact of ISO 9000 among small manufacturing enterprises. Journal of Small Business Management, 43(3): 309-330

Escanciano, C., Fernandez, E., & C. Vazquez  (2001). Influence of ISO 9000 Certification on the Progress of Spanish Industry Towards TQM. International Journal of Quality and Reliability Management, 18(5): 481-494

Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

Undang-undang Republik Indonesia  Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *